Mengenai Saya

Foto saya
Hey sobat semua ayo bergabung dengan saya untuk berbagi pengetahuan.Saya Nanda Insan Mulia. mungkin saya tidak terlalu banyak tahu tentang pengetahuan tapi disini saya akan berbagi pengetahuan yang saya tahu :)

Senin, 11 Juni 2012

KUnci Ganda

Kunci Sukses Berwirausaha

 
TOPIK wirausaha selalu menarik dan menjadi perbincangan. Kebanggaan, aktualisasi diri dan tentunya juga penghasilan akan didapat apabila usaha berjalan dengan sukses. Tapi di balik itu, tentunya juga ada resiko yaitu kehilangan modal dan usaha tidak berjalan mulus. Banyaknya pertanyaan pembaca JITU tentang tips-tips wirausaha, membuat sy ingin berbagi ”Kunci Sukses Berwirausaha” dilihat dari 4 pilar organisasi :
FINANCE
Pengusaha muda sering menghadapi masalah yang sama, yaitu : modal terbatas. Sy sangat suka dengan peribahasa : ”Orang yang tidak berhasil, selalu bisa menambahkan satu alasan, dan orang yang berhasil selalu bisa menambahkan satu jalan keluar.” Kemarin sore, sy sangat terinspirasi, ketika bertemu rapat dengan calon distributor perusahaan saya, yang ternyata dua tahun yang lalu beliau masih menjadi satpam di kantor saya. Beliau mulai dari modal 2 juta rupiah, naik sepeda motor dan mendistribusikan galon air. Saat ini beliau sudah memiliki 5 armada mobil, 5 orang salesman dan omzet >60.000 galon per bulan. Sy sangat setuju dengan ” Bermimpi besar, mulai dari sesuatu yang kecil, dan mulailah sekarang! ”. Mulai dengan menabung penghasilan yang Anda punya sekarang, dan mulai dari usaha kecil di bidang yang Anda suka.
MARKETING
Saya sering mendengar alasan tentang pendidikan kurang tinggi atau tidak memiliki background marketing. Sebagai marketer sy berpendapat, marketing is all about ”kreativitas, inovasi dan persistensi”. Semua orang bisa melakukannya apabila Anda mau dan tidak pernah menyerah. Saya sangat terinspirasi dengan teman sy, teman saya dan suaminya hanya tamatan SMU. Karena dengan ijazah SMU sulit mencari pekerjaan, mereka memulai dengan membuka gerobak di pinggir pasar yang ramai, saat ini mereka telah mempunyai ratusan cabang (franchise) hampir di semua kota besar di pulau Jawa. Ide marketing tidak harus muluk-muluk, yang penting menarik untuk konsumen dan dapat dieksekusi. Tempatkan diri kita sebagai konsumen, buat daftar kira-kira apa yang kita inginkan, cari celah yang cocok dan jadikan sebagai ”brand communication.”
OPERATION
Deliver what you promise! Berikan layanan produk atau jasa, minimal sesuai dengan janji Anda atau kalau memungkinkan sedikit lebih! Jangan pernah berikan di bawah janji yang Anda tawarkan, karena konsumen akan beresiko kecewa dan tidak kembali lagi. Oleh karena itu, sebagai pengusaha kita harus membuat Standard Operating Procedure yang memastikan kualitas produk atau jasa kita konsisten, tidak berubah karena bahan baku atau proses produksi atau hal lain yang belum terstandarisasi. Buat sistem, agar baik kita hadir maupun tidak hadir, kualitas produk atau pelayanan tetap konsisten baik.
HUMAN RESOURCE
Pada waktu di awal, kita seringkali sangat sibuk karena setup semuanya sendiri. Seiring berjalannya waktu, kita rekrut sumber daya manusia untuk membentuk struktur organisasi. Pastikan semua anggota tim punya mimpi dan visi yang sama, dan melakukan semua hal terbaik untuk meraihnya.
Nah, meskipun semuanya telah dipersiapkan dengan baik, kita tetap harus siap mental untuk menghadapi segala sesuatu, termasuk bisnis yang belum tentu mendarat dengan mulus. ”Create your back up plan!”. Kalimat penutup sy untuk perbincangan kali ini adalah : ”Apabila sesuatu itu mudah, maka semua orang bisa melakukannya. Justru karena tidak mudah, maka hanya mereka dengan SEMANGAT PEMENANG yang bisa melakukannya.

AIDA

Dalam aktivitas pemasaran digital terdapat istilah AIDA (Awareness, Interest, Desire, dan Action), khususnya dalam proses memperkenalkan produk atau jasa ke pasar (konsumen).
  1. Awareness (Kesadaran)
    Dalam ranah digital, pemasar membangun kesadaran konsumen dengan memasang iklan terlebih dahulu di media online, seperti detik.com
  2. Interest (Ketertarikan)
    Ketertarikan muncul setelah membangun kesadaran pada konsumen. Sistem offline, konsumen langsung mencari informasi di pasar. Sistem online, konsumen mencari tahu tentang produk melalui mesin pencari (Google, Yahoo! dll) dan jejaring sosial (Facebook, Twitter dll).
  3. Desire (Keinginan)
    Timbul keyakinan pada konsumen sehingga berkeinginan untuk mencoba produk atau jasa. Sistem online ditandai dengan mencari keterangan lengkap tentang produk atau jasa melalui situs web.
  4. Action (Tindakan)
    Tahap terakhir sebagai penentuan dari pihak konsumen terhadap produk atau jasa.

Sabtu, 31 Maret 2012

CELOTEH MARJINAL

"Bisa kah angan-angan itu kucapai....." , kalimat itu seakan menghardik dan mengganggu alam pikiranku. Ketenangan yang pelan-pelan ku tata dan bangun seakan terkoyak oleh kalimat itu. Angan-angan itu kembali menghantui alam pikiran ku, merusak suasana hati dan kerja ku, kenapa ini selalu timbul....bisakah ku matikan angan-angan ini.
Lalu aku bertanya ke dalam hati kecilku kenapa kalimat itu selalu muncul, perlu ketenangan memang mendengar suara hatiku itu "Keikhlasan...Kamu belum bisa menerima apa yang kamu jalani, Ikhlaskanlah..dan serahkan semuanya kepada Sang Khalik", begitulah jawab suara emas di hatiku.
Terdiam dan tertunduk lesu aku mendengarnya, alam pikiranku berkecamuk "Keikhlasan seperti apa yang harus aku jalani, Aku sudah coba menerima keadaan ku ini, aku sudah coba ikhlas-seikhlasnya". 
Hati kecilku pun berkumandang lagi "Bila kau ikhlas menjalani ini semua, maka tidak akan ada lagi keluh kesah yang keluar dari bibirmu dan pikiranmu, bila kau ikhlas maka kegembiraan pun akan selalu menghiasi warna-warni kehidupanmu"
Memang untaian percakapanku dengan suara hati ku bener.  Ia si Suara kecil tidak pernah membohongi aku, ia selalu berkata apa adanya, berkata yang selalu tidak kita ingin dengar, Kadang kala suara kecil kita, selalu kita acuhkan, selalu kita anggap remeh, selalu kita kalahkan dengan logika kita, dengan amarah kita...dan kepentingan duniawi.
Akupun sadar menerapkan kata Ikhlas dalam hidup itu tidak semudah seperti melafalkannya... sampai saat ini akupun masih belajar menerapkan kata ikhlas. Setiap hari, setiap waktu di setiap nafas aku akan selalu belajar agar bisa berkawan bahkan menjadi sahabat dengan "Keikhlasan".